Cerita Dewasa – Keperkasaan Sopir Pribadiku

2999 views

Cerita Dewasa – Keperkasaan Sopir Pribadiku | Sebut saja Namaku Yulandari berumur 28 tahun, aku dilahirkan dalam lingkungan keluarga Yg cukup mapan. Karena itu aku terbiasa berhias dan menikmati kehidupan Yg lumayan mewah. Kulitku putih dan orang bilang tubuhku cukup ideal. Aku telah berumah tangga, Sandi suamiku mempunyai perusahaan Yg bergerak di bidang eksport import.Saat ini dia sedang tidak berada di rumah. Dia pergi keluar kota selama kurang lebih sebulan untuk mengurus keperluan bisnisnya. Aku terbiasa ditinggal sendiri di dalam rumah mewahku. Tapi sebulan Yg lalu dia pulang membawa seseorang Yg akan dijadikan sopir di rumahku.

Cerita Dewasa - Keperkasaan Sopir Pribadiku Cerita Dewasa - Keperkasaan Sopir Pribadiku Cerita Dewasa - Keperkasaan Sopir Pribadiku 2222 1

Cerita Dewasa – Keperkasaan Sopir Pribadiku

Cerita Dewasa – Keperkasaan Sopir Pribadiku | Dia adalah Adha, seorang pria berumur kurang lebih 36 tahunan. Rambutnya botak kulitnya hitam dan wajahnya terlihat buruk keras.Suamiku Yg mempekerjakannya sebagai sopir kami sebagai balas jasa telah menyelamatkan suamiku dari ancaman perampokan di jalan raya. Meskipun aku kadang-kadang ketakutan melihat matanya Yg jelalatan melihatku, tapi aku menghormati keputusan suamiku. Dia memang pintar mengemudi mobil dan mengetahui seluk-beluk kota Jakarta. Seringkali Aku belanja ke Mall hanya diantar oleh Adha karena suamiku betul-betul sangat sibuk.

Cerita Dewasa – Keperkasaan Sopir Pribadiku | Suatu hari ketika aku sedang memasak di dapur, tiba-tiba aku dikejutkan dengan kehadiran Adha Yg menatapku dengan jelalatan.“Oh Pak Adha. kaget saya melihat bapak tiba-tiba sudah ada disini.” Aku memanggilnya dengan sebutan bapak karena dia lebih tua dariku.“Maaf nyonya kalau saya ternyata mengagetkan …..”. Dia menjawab tapi tatapan matanya tidak berhenti menatap dadaku. Aku sedikit risih dengan tatapannya, lalu aku pura-pura menyibukkan diri memasak kembali. Adha masih diam saja di dapur menatap bagian belakang tubuhku.

“Ada keperluan apa bapak ke dapur.” Akhirnya aku bertanya setelah sekian lama mendiamkannya.

“Nyonya sangat cantik sekali…..dan seksi” Adha menjawab. Aku terkejut dengan jawabannya itu. Jantungku berpacu semakin cepat, aku mulai was-was.

“Jangan-jangan….ah, tidak mungkin…. Semoga dia cuma berkata sebenarnya, hanya caranya mengungkapkan seperti orang Yg terbiasa hidup di jalanan. Tanpa basa-basi.” Aku berusaha menenangkan deburan jantungku.

“Terimakasih…..” aku menjawab dengan sedikit gemetar.

“Sebenarnya Nyonya sangat menggairahkan, setiap kali saya di dekat Nyonya pasti “adik” saya terbangun. Saya masih yakin dapat memuaskan Nyonya.” Adha berkata tanpa basa-basi.

Deg…. Dugaanku ternyata benar, aku takut sekaligus marah dengan Adha. Aku menghadapnya dengan mengacungkan pisau dapur Yg sedang kupakai.

“Hei Adha, jangan kurang ajar terhadapku. Ingat aku adalah majikanmu. Aku bisa memecatmu sekarang juga karena kelakuanmu Yg tidak sopan terhadapku. Selama ini aku menerimamu karena menghormati suamiku.” Aku membentak tanpa menghiraukan usianya Yg lebih tua dariku.

Tanpa-diduga-duga dia memelintir tanganku Yg memegang pisau sehingga pisau itu terlempar. Aku mengaduh kesakitan. Tapi tangan kirinya telah memelukku dengan erat. Aku tidak bisa bergerak sama sekali, karena himpitan tenaganya Yg kuat.

“Kamu kira aku bisa ditakuti dengan mainan seperti itu…. hah.” Dia sekarang menelikung tanganku dan mendekapkan badanku ke badannya. Aku gemetar ketakutan dan tidak terpikir untuk berteriak saking gugupnya.

“Aku memang mengincarmu dari dulu, karena itu mengatur siasat agar dia dirampok oleh kawa-kawanku. Aku pura-pura datang menolongnya. Sekarang kalau kau berani melawan, maka kau akan tahu akibatnya. Kau dan suamimu bisa kubunuh kapan saja bila kau coba-coba melapor pada pihak Yg berwajib.

Aku punya banyak kawan preman di jalanan Yg bisa dengan mudah kuperintahkan.” Adha mengancamku. Aku semakin ketakutan, hilanglah sudah harapanku.

“Aku akan melepaskan pelukanku kalau kau mengerti kondisimu saat ini.” Adha meneruskan.

Aku hanya diam menggigil ketakutan dan mengangguk. Dia menyeringai dan melepaskan pelukannya. Aku langsung terduduk di lantai dan menangis. Adha tertawa penuh kemenangan. Sedangkan hatiku sangat kalut. Adha bisa melakukan apa saja terhadapku. Kalau aku melaporkan dia pada Polisi maka jiwaku dan suamiku akan terancam.

“Kamu tidak perlu menangis… karena aku akan memberikan kepuasan batin Yg tak terhingga kepadamu. Aku tahu kebutuhan batinku sangat kurang karena suamimu jarang berada di rumah. Kamu sangat kesepian kan?. Pikirkan saja bahwa suamimu tidak ada disini sedangkan kau merasa sangat kesepian, siapa Yg salah sekarang….” Adha berkata dengan tenangnya.

Cerita Dewasa – Keperkasaan Sopir Pribadiku | Sambil duduk Adha membuka resluiting celananya. Kemaluannya tampak telah membesar dan kini tepat mengarah di depan wajahku. Akupun kembali membuang muka sambil memejamkan mata. Adha mulai memaksa untuk mengoral batang kejantanannya. Tangannya keras segera meraih kepalaku dan wajahnya ke depan kemaluannya.Setelah itu kemudian Adha memaksakan batang kejantanannya masuk ke dalam mulutku hingga sampai pangkal penis dan sepasang buah zakar bergelantungan di depan bibirku.

Dengan agak terpaksa aku membuka mulutku dan mulai menciumi penis Adha, sebenarnya ukuran penis Adha hampir sama dengan milik suamiku tetapi punya Adha sedikit lebih panjang dan agak membesar di bagian kepalanya. Akhirnya perlahan aku mulai menjilati dan mengulum penis itu.

“Ohh.. Nikmat sekali sayaang, kau memang pintar”

Adha mengerang sambil meremas rambutku lalu ia mendorong dan menarik penisnya di mulutku. Aku terus mengutuk diriku Yg rela memberikan sesuatu Yg lebih pada orang lain daripada untuk suamiku karena selama ini aku selalu menolak kalau Mas Sandi minta untuk memasukan penisnya ke mulutku.

Aku gelagapan karena mulutku kini disumpal oleh kemaluan Adha Yg besar itu. Adha mulai mengocokkan batang penisnya dimulutku Yg megap-megap karena kekurangan Oksigen. Dipompanya kemaluannya keluar masuk dengan cepat hingga buah zakarnya terasa memukul-mukul daguku. Tak terasa air mataku mengalir deras, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa….

Bunyi berkecipak karena gesekan bibirku dan batang penis Yg sedang dikulum tidak dapat dihindarkan lagi. Hal ini membuat Adha makin bernafsu dan makin mempercepat gerakan pinggulnya Yg tepat berada di depan wajahku. Batang penisnya juga semakin cepat keluar
masuk di mulutku, dan sesekali membuatku tersedak dan ingin muntah.
Cerita Mesum
Lama sekali rasanya batang penis Adha kukulum dan membuatku makin lemas dan pucat. Akhirnya tubuh Adha pun mengejan keras dan Adha menumpahkan spermanya di rongga mulutku. Hal ini membuatku tersentak dan kaget, ingin memuntahkannya keluar namun pegangan tangan Adha di kepalaku sangat keras sekali, sehingga dengan terpaksa aku menelan sebagian besar sperma itu.

“Aaah..,” Adha pun mendesah.

“Akhirnya aku bisa menikmati mulutmu Yg indah sayang……..” Terasa sakit rasanya hatiku. Aku seperti wanita Yg tidak berharga dan bisa dipermainkan oleh siapa saja. Aku hanya bisa menangis tanpa bisa melawan.

“Ayo ikut aku…..” Adha kemudian menarik tanganku dengan kasar. Dengan setengah menyeretku dia membawaku ke kamar tidurku. Didorongnya tubuhku ke atas ranjangku Yg empuk.

“Hmm. Kamar Yg bagus dan wangi…. Cocok untuk kita saling melepas hasrat Yg sangat nikmat.”

Adha mengagumi kamar tidurku Yg luas dan bersih. Aku tetap berbaring telungkup dengan menangis. Sia-sia saja aku walaupun berteriak, tidak ada tetangga Yg akan mendengarku.Hidup di Jakarta kadang-kadang tidak memperdulikan penderitaan tetanga. Yg paling parah, Adha bisa mencelakakanku, Yg paling kutakuti sebenarnya kalau dia sampai mencelakakan suamiku.

“Hei… jangan diam saja. Bangun sini.” Adha membentakku. Aku lalu bangun mendekatinya. Dia menyeringai dan berkata. “Lepaskan seluruh pakaianmu dan menarilah.”
“Gila… apakah aku disuruh berstriptease dihadapannya. Terhadap suamikupun aku belum pernah melakukannya.” Aku semakin gemetar….

“Tolong, jangan lakukan ini kepada kami….. kalau pak Adha perlu uang nanti kami beri sesuai permintaan bapak.” Aku memberanikan diri menolak kemauannya dengan suara Yg bergetar.

“Jangan menolak, atau aku telpon temanku sekarang juga untuk mengurus suamimu. Tapi kalau kau memberikan layanan terbaikmu, maka kau jamin dirimu dan suamimu tidak akan binasa. Rahasia diantara kita tidak akan diketahuinya dan kaupun dapat menikmati keperkasaanku. Ha.. ha.. ha..” Adha malah balik membentak.

Perlahan-lahan aku mulai melepaskan pakaian Yg kupakai. Kubuka kancing bajuku satu persatu dengan tangan gemetar. Nafas Adha nampak sedikit tertahan tegang ketika aku membuka bra warna pink Yg kupakai.

Aku menggoyang-goyangkan pantatku perlahan-lahan sambil membuka celana dalam Yg merupakan bagian terakhir perlengkapan pakaianku. Aku menutupi payudaraku dan bagian kewanitaanku dengan kedua belah tanganku sebisa mungkin. Hatiku makin tidak karuan.

Mata Adha semakin beringas “Beruntung sekali aku mendapatkanmu……. Tubuhmu Yg putih mulus dan kencang sungguh luar biasa indahnya. Mari sini sayang.” Adha menarik tanganku dan membaringkanku telentang. Dia dengan tergesa-gesa melepaskan pakaiannya.

Badannya Yg hitam menandakan dia terbiasa bekerja di bawah terik matahari. Terlihat beberapa tatto di badannya. Selama ini aku tidak pernah melihat dia mempunyai tatto. Kepalaku terasa berkunang-kunang, rasanya aku hampir tidak sanggup menahan peristiwa ini.

Adha perlahan-lahan mendekati aku Yg tergolek lemas ditempat tidurku. Diambang kesadaran kurasakan sesuatu Yg basah merayap menelusuri kakiku dan terus beranjak naik menuju pahaku, tanganku berusaha mencari tahu apa sebenarnya Yg menelusuri kaki dan pahaku.

“Oh.. Adha.. apa Yg Bapak lakukan..” aku tersentak kaget ketika kudapati ternyata lidah Adha menempel di belahan pahaku.

“Tenanglah.. nikmati saja..”, aku berontak, aku tak bisa membiarkan kekurang ajaran orang ini, aku harus bisa melepaskan diri dari bajingan ini, tapi tak berdaya aku melakukan semua itu, tubuhku lemas, akan tetapi terasa dorongan hasrat menjalari seluruh tubuhku Yg memang jarang mendapatkannya dari suamiku.
“Bajingan kau.. lepaskan!, aku ini majikanmu.” Kali ini timbul perasaan nekatku Yg tadi dihimpit ketakutan.

“Kurang ajar.. Bajingan.. lepaskan..!” kembali aku berteriak sambil berusaha menendang, tapi lagi-lagi aku begitu lemah dan tiba-tiba saja lidah Adha Yg basah menyeruak menyapu organ tubuhku Yg paling sensitif.

“Akhh..” Oh.. Tuhan nikmat sekali rasanya lidah orang ini, tubuhku mengejang, lama lidah Adha bermain dengan Kemaluanku dan sesekali ia menyentuh dan menggigit clitorisku Yg mulai mengembang dan mengeras. Cairan Kemaluanku mulai keluar meleleh berbaur dengan air liur Adha Yg masih saja menusukan lidahnya ke KemaluankuTiba-tiba tubuhku kembali menegang, dan kurasakan sesuatu menjalar diseluruh tubuhku dan seakan berkumpul dirahimku lalu..

“Ohh.. hh.. Akh..” erangan panjang dari mulutku mengiringi semprotan cairan hangat Yg keluar dari dalam liang Kemaluanku dan membasahi mulut Adha. Ohh.. aku orgasme dengan orang selain suamiku dan hendak memperkosaku dengan biadab, tapi rasanya nikmat sekali orgasmeku dari Adha ini dan aku selalu menginginkan lebih dari itu. Kini tubuhku benar-benar lemas sambil kedua pahaku tetap menghimpit kepala Adha dengan nafas Yg terengah-engah.

Perlahan Adha melepaskan kepalanya dari selangkanganku dan merayap keatas tubuhku Yg masih belum bisa membuka mataku.

“Apa kubilang.. nikmat kan?” Adha berbisik ditelingaku.

“Ja.. hh.. jangan Pak sudah..” sebentar Adha menghentikan aksinya mungkin untuk memberiku kesempatan mengumpulkan tenaga kembali.

“Nyonya tahu kalau saya udah jatuh cinta saat pertama melihat nyonya, jadi nikmati saja tanda cinta dari saya.

“Tidak Pak.. jangan..” setengah menangis aku memelas agar ia mau melepaskanku dari nafsu bejatnya.

“Pak Sandi sangat beruntung memiliki nyonya.., cantik dan bertubuh idaman lelaki..”

Dengan lembut ia mencium keningku, hidungku, pipiku dan sambil menghembuskan nafasnya ia mencium telingaku membuat gairah dalam tubuhku kembali berkobar dan seluruh bulu-bulu halus di tubuhku berdiri.

“Bibir nyonya indah..” itu Yg terdengar sebelum ia melumat kedua belah bibir sensualku, aku berusaha menghindar tapi nikmat sekali rasanya.
Perlahan aku mulai membalas dengan membuka bibirku membiarkan lidah Adha menyeruak masuk kedalam mulutku. Ia melepaskan ciumannya lalu bergerak menelusuri leherku dan menggigit puting susuku.

“Susu nyonya sungguh menggairahkan.. indah sekali sayang..”

Ia mengulum dan membenamkan wajahnya di belahan dadaku. aku menggelinjang dan hasratku lebih berkobar akhirnya kudekap tubuh Yg menindih diatasku, oh.. Tuhan ia sudah telanjang bulat, kurasakan belahan pantatnya di kedua tanganku. Lama ia menelusuri dan meremas payudaraku.

“Jangan.. Pak.. aku mohon jangan.. aku nggak mau menghianati suamiku….!” untuk kesekian kalinya aku memelas sambil berusaha merapatkan kedua kakiku dan mendorong tubuh Adha agar menjauh dariku.

Tanpa mempedulikan rintihanku Adha bergerak berusaha membuka kakiku dan menempatkan tubuhnya diantara kedua kakiku. Dengan reflek kedua tanganku bergerak menutupi selangkanganku, tapi kembali tangan Adha menarik kedua tangan ku dan membawanya keatas kepalaku.
Cerita Mesum
Langsung saja ia menyapu kedua ketiakku Yg mulus tanpa bulu dengan lidahnya, kembali akupun merasakan sensasi kenikmatan sebagai akibat sapuan lidahnya Yg basah itu.

“Ohh..” tubuhku bergetar sesuatu Yg keras berusaha menyeruak masuk lubang kenikmatanku, dan perlahan benda itu mulai tenggelam dalam selangkanganku. Aku mendongak, mataku terpejam merasakan sensasi kenikmatan Yg tiada taranya dan diakhiri dengan satu sodokan kuat akhirnya amblaslah seluruh penis Adha kedalam liang Kemaluanku.

Tubuhku terasa penuh seakan benda itu menancap tepat di rahimku, hilanglah sudah pertahanan terakhir kesucian rumah tanggaku. Tanganku mencengkram erat tubuh Adha dan menancapkan kuku-kukuku di pundaknya, perlahan tetes air mata mengalir disudut mataku Yg terpejam. Lalu Adha mulai menggerakan pantatnya dan mulai mengobok-obok isi liang Kemaluanku.

“Ohh.. Nyonya.. nikmat sekali.. Kau.. kau.. begitu rapat..” Adha terus mengocok Kemaluanku maju dan mundur dan akupun semakin menikmatinya, hilang rasanya rasa pedih dihatiku terobati dengan kenikmatan Yg tiada taranya. Mulutku mulai meracau mengeluarkan desahan dan ocehan.

“Akhh.. Pak.. Aduuh.. ohh..” lama Adha memacu birahinya dan akupun mengimbanginya dengan menggelora, sampai akhirnya kembali aku mengejang dan sambil memeluk erat tubuh Adha aku kembali menyemprotkan cairan Yg meledak dalam rahimku, aku orgasme untuk Yg kedua dari Adha.

Untuk beberapa saat Adha menghentikan gerakannya dan memeluk erat tubuhku sambil melumat bibirku. Aku benar-benar menikmati orgasme Yg kedua ini, mataku terpejam sambil kulingkarkan kedua kakiku ke pinggang Adha.

Tak berapa lama kemudian Adha mencabut penisnya Yg masih mengacung kokoh dari dalam rahimku.

“Oh..” ada sesuatu Yg hilang rasanya dari tubuhku.

Perlahan ia bergerak menyamping dan membalikan tubuhku, kali ini aku pasrah dan lemah tak berdaya hanya menurut saja. Kembali ia menaiki tubuhku, kali ini dari belakang dan mulai menusuk-nusukan penisnya ke pantatku.

Akupun menyambut sodokan benda tumpul itu dengan sedikit membuka kakiku dan mengangkat pantat kenyalku, cairan Yg keluar dari rahimku mempermudah masuknya senjata Adha melalui jalan belakang dan kembali menancap di Kemaluanku. ia bergerak sambil kedua tangannya meremas payudaraku dari belakang dan menggenjotkan pantatnya menghantam liang Kemaluanku

Gesekan demi gesekan kurasakan semakin nikmat menyentuh kulit halus liang Kemaluanku, tanganku mencengkram erat seprei tempat tidurku Yg acak-acakan.
“Ohh.. Nyonya.. Nikmat sekali.. Ohh..”

Adha benar-benar hebat, ia bisa bertahan lama menggauliku dengan berbagai posisi, sedangkan akupun semakin gila saja meladeni nafsu setan Adha. Untuk ketiga kalinya aku mencapai klimaks sedangkan Adha mesih saja berpacu diatas tubuhku.

Sekarang pasisi tubuhku duduk dipangkuan laki-laki ini sambil mendekap dengan kepala mendongak kebelakang, leluasa ia mencumbu leherku Yg mulai sudah basah dengan keringat Yg keluar dari seluruh pori-pori tubuhku.
Cerita Mesum
Seakan tak pernah puas terus saja ia mengulum dan menjilati kedua payudaraku, kurasakan penis Adha menghujam telak keliang senggamaku Yg mendudukinya. Kocokan demi kocokan Yg semakin gaencar kurasakan menggesek kulir Kemaluanku sebelah dalam, erangan dan cengkraman menghiasi gerakannya.

Kali ini aku benar-benar melepaskan seluruh hasratku Yg selama ini terpendam, aku tak mempedulikan lagi siapa laki-laki Yg menyetubuhiku, Yg jelas aku ingin terpuaskan.

Lama posisi duduk itu berlangsung sampai akhirnya tubuh Adha semakin gencar menyodok Kemaluanku, gerakannya semakin cepat. Adha menghempaskan tubuhku kembali terlentang ditempat tidur, tubuhnya mengejang dan memeluk rapat tubuhku sampai aku hampir tak bisa bernafas.

Lalu kurasakan semburan hangat dengan kencang membentur dinding rahimku.

“Akhh..” Adha mengerang panjang sambil menekan pantatnya kebawah dengan keras, kucengkram dan kembali kulingkarkan kakiku kepinggangnya dan akupun melepaskan sisa orgasme Yg masih tersisa ditubuhku.

Untuk orgasme Yg terakhir ini kami berlangsung hampir bersamaan, akhirnya dengan terkulai lemah tubuh Adha roboh menindih tubuhku Yg lemas pula. Lama kami terdiam merasakan sisa kenikmatan itu dan akhirnya Adha mulai beringsut menjauh dari tubuhku.

“Terima kasih Nyonya sayang..” setengah sadar dan tidak kudengar Adha membisikan kata-kata itu sambil mengecup keningku. Lalu ia berdiri mematung di samping tempat tidur. Aku tidak tahu kapan ia pergi karena setelah itu aku tertidur karena lelah dan kantuk Yg menyerangku tanpa mempedulikan keadaan kamar tidurku Yg acak-acakan.

Sore hari aku baru terbangun dari tidurku, tubuhku serasa hancur dan lelah bukan kepalang. Kulihat keadaan diriku terasa sisa sperma Yg mulai lengket membanjir di selangkanganku. kulihat banyak sekali cairan sperma Adha keluar meleleh dari dalam Kemaluanku bercampur dengan cairan rahimku dan membasahi seprei tempet tidur.

Setengah merangkak aku menuju kamar mandi membersihkan tubuhku dari bekas keringat dan dosa, guyuran air hangat membuat tubuhku sedikit lebih segar walaupun rasa capek itu masih terasa ditubuhku.

Kulihat Kemaluanku memerah dan bekas cupangan nampak di payudaraku, lama aku berada di kamar mandi menunggu cairan sperma Adha keluar semua meninggalkan liang rahimku. selesai mandi cepat-cepat kubereskan tempat tidurku dan mengganti seprei serta sarung bantal guling dengan Yg masih baru..
Cerita Mesum
Aku masih termenung memikirkan kejadian siang tadi, aku mengutuk diriku sendiri dan sangat menyesal dengan hal itu. Bajingan benar Adha itu, ia telah menodai kesucian rumah tanggaku Yg selama ini kujaga dengan baik. Yg lebih kusesalkan lagi akupun menikmati permainannya Yg sangat nikmat. Belum pernah aku merasakan senggama sepanjang itu dengan Mas Sandi, aku bisa mencapai klimax sampai empat kali, kuakui hebat sekali permainan Adha.

Pada malam hari bel pintu berbunyi. Kupikir suamiku sudah pulang, aku buru-buru membukakan pintu. Betapa terkejutnya aku melihat Adha datang dengan membawa seorang teman Yg berbadan tegap.

“Selamat malam nyonya….. aku membawakan teman Yg akan membuat nyonya merasakan sensasi Yg luar biasa.” Adha menyeringai kepadaku sedangkan temannya senyum-senyum menyebalkan.

“Bagaimana nyonya, bukankah sudah saya katakan untuk menikmati saja sensasi kenikmatan Yg kami tawarkan daripada melaporkan kami kepada pihak Yg berwajib. Saya melihat nyonya begitu bernafsu dan sangat menikmatinya juga, bukan?.”

Aku menjadi jengah mengingat kejadian tadi siang. Memang diakui akupun terhanyut dibuai permainan Adha. Aku hanya diam memejamkan mataku dan menarik nafas dalam-dalam sekedar menenangkan perasaanku Yg tidak karuan.

Tiba-tiba aku mendorongnya maka ia terjatuh, dan kesempatan ini aku melarikan diri menuju pintu kamar mandi. Aku pikir untuk melarikan diri menuju kamar mandi dan mengunci diriku dari Adha dan temannya.
Tapi tiba-tiba tangan Adha sudah menangkapku dan memelukku dengan erat.

“Hentikan…….. aku tidak mau melakukannya.” Aku berteriak-teriak tetapi temannya Adha malah mengamati aku dengan napsu.

“Kamu benar-benar membuatku bernafsu, bagaimana mungkin aku membiarkan wanita Yg sangat menggairahkan pergi?” .

“Sebaiknya nyonya jangan banyak bertingkah, berteriakpun percuma… lebih baik layani aku dan Fais. Ha… ha… ha…” Adha menyeringai.

“Lepaskan aku… lepaskan aku…” aku berusaha meronta, tapi Adha mengangkat tubuhku dan membawaku ke kamar tidurku Yg telah digunakan tadi siang. Dengan mudahnya dia melemparku ke atas ranjang.

Aku sangat terkejut dengan perkembangan keadaa ini. Mereka akan memperkosa aku seperti ini. Tetapi apa Yg aku bisa lakukan? Sekarang kami semua berada di kamar tidurku. Fais mendekat dan merobek pakaianku dan menarik paksa BH dan CD Yg ku kenakan sehingga payudaraku terlihat jelas. Aku menyesal hanya mengenakan pakaian daster sehingga memudahkan mereka melampiaskan nafsunya. Aku malu sekali terlihat bagian- bagian rahasia di hadapan orang-orang selain suamiku.

“wow… payudara Yg indah, nyonya sungguh mempunyai anugerah Yg tak terhingga.” Kata Fais.

“Aku suka sekali payudara Yg besar dan putih mulus tanpa cacat.” Fais melanjutkan.

“Kita beruntung mendapatkan buruan seperti ini…” Adha menyahut. Kemudian tangan Adha menggerayangi susuku dan meremas-remasnya kedua payudaraku. Adha menisap-isap putting susuku dengan penuh nafsu, dan Fais mulai menggerayangi perut dan pahaku. Tiba-tiba terasa tangannya Yg kasar memasuki celah sempit di Kemaluanku. Kini aku mengerti mereka akan berusaha merangsangku.

“Ampun….. jangan lakukan ini kepadaku “aku memohon belas kasih mereka, tetapi mereka tidak menunjukkan sedikitpun rasa simpati, malah wajah mereka menunjukan kebuasan nafsu birahi. Mereka dengan cekatan telah melepaskan pakaian mereka masing-masing.

Penis Adha sudah kulihat dan kunikmati tadi siang, tetapi sekarang aku terkejut melihat Penis Fais Yg luar biasa, panjangnya sekitar 18 cm dan kelihatan berurat-urat. Aku makin gemetar ketakutan sekaligus rasa aneh Yg menjalar seakan-akan ingin merasakan sensasi penis besar milik Fais. Wajahku terasa panas. “Ah, Mas Sandi… maafkan aku.”

Tangan ku telah ditangkap oleh Adha dan payudaraku kembali diisapnya. Fais memegang pinggangku dan menaruh burungnya di lubang pantat ku.
“Jangan… jangan disitu… tolong..” Aku menjerit-jerit kesakitan merasakan dorongan penis Fais dari belakang.

“Nyonya jangan cemas……. akan sedikit menyakitkan ……..tetapi setelah itu kamu akan menikmatinya.” Fais berkata kepadaku dengan senyum sinis.

“Bukankah tadi siang memekmu telah dipakai oleh Adha, maka aku ingin mencicipi pantatmu Yg kuyakin tidak pernah terpakai, masih perawan… ha.. ha… ha..”
Tak lama aku berteriak kesakitan tetapi secepat aku membuka mulut ku untuk menangis Sopir ku memasukkan burungnya di dalam mulutku dan aku tidak bisa menangis.

Sementara itu Fais menaruh penisnya pada lubang pantat ku dan menarik pinggangku ke arahnya. Dia tetapi tidak bisa memasukkan burungnya ke dalam lubang pantatku Yg sakit.
Adha apakah kamu punya mentega di dapur sebab lubang nya sangat sempit” Fais bertanya

“Wah beruntung sekali kau mendapatkan cewek perawan…..ambillah sendiri di dapur.” Adha malah tertawa.
Fais lalu pergi menuju dapur.

Adha, tolong lepaskan aku…. Aku tidak sanggup lagi.” Aku memelas pada Adha.

“Nyonya…tenang saja dan nikmati. Bukankah nyonya sudah tahu bahwa nyonya sudah lama kami idam-idamkan untuk dinikmati oleh kami. Aku adalah sopirmu dan Fais adalah seorang sopir truk. Dalam hidup kami jarang-jarang memiliki kesempatan mendapatkan wanita menggairahkan seperti kamu! Maka bagaimana mungkin kami akan tinggalkan?” Adha malah menjawab dengan senyum kemenangan.
Cerita Mesum
Kemudian kusadari tidak ada cara lain dan tak seorangpun dapat menyelamatkanku. Maka aku berfikir untuk menikmatinya saja seperti Yg diucapkan Adha kepadaku. Aku sudah merasa kepalang basah, kenapa tidak dinikmati saja sekalian, toh akupun merasakan kenikmatan Yg tiada tara dengan Adha tadi siang. Aku merubah posisiku seperti seorang pelacur, aku tidak peduli lagi.

Adha mulai bertindak dengan pekerjaan nya Adha Yg tertunda. Dia meremas-remas payudaraku, kemudian Fais Yg baru datang mengoleskan mentega pada lubang pantatku dan mengolesi burungnya juga.

Kemudian ia memposisikan burungnya pada lubang pantatku dan dengan beberapa tekanan dia berusaha menerobos lubang pantatku. Aku merasakan sangat sakit tetapi aku sudah tidak melawan lagi. Fais mendorong paksa burungnya dan posisi Adha di depanku membuatku terdorong mundur. Aku merasakan sesuatu Yg besar dan kuat berada di pantatku.

“Auh… sakit… ampun…” aku melepaskan penis Adha dari mulutku. Fais sengaja mendiamkan burungnya beberapa saat membiarkanku agar terbiasa. Setelah beberapa menit Fais mulai mendorong lagi penisnya.

“Auh…. Jangan…” aku berteriak kembali, rasanya sangat sakit. Seluruh penis Fais telah masuk dan merobek pantatku, terasa ada sedikit darah mengalir dari lubang pantatku. Aduh! Kontolnya itu sangat besar sehingga terasa sangat ketat di lubang pantatku!

“Auhh.. aduh… aduh… tolong.. aku akan mati… Kau merobek pantatku.. rasanya punggungku mau patah… Kau Bajingan!” Aku menjerit dengan suara nyaring tetapi mereka berdua hanya diam dan mulai beraksi lagi.

“Sekarang kontolku sudah masuk, Martono… kamu boleh meninggalkan aku sekarang.” Fais berkata pada Adha. Adha hanya menganguk.

“Baiklah, aku akan menonton pertunjukanmu…. Nyonya, sekarang anda adalah bagiannya.” Adha sekali lagi mencium payudaraku dan meninggalkanku. Dia duduk di kursi meja hias dan menonton perbuatan Fais terhadapku. Sekarang aku sepenuhnya dipermainkan oleh Fais.

“Kau kekasihku sekarang, aku akan membuatmu merasakan sensasi Yg sangat menyenangkan… aku akan membuatmu ketagihan… kau akan jadi pelacurku.” Fais sesumbar.

“Sudahlah… kumohon keluarkan penismu… aku tak tahan lagi…. Sakit…. Rasanya aku hampir mati” terasa air mataku menitik.

“Aku tidak akan membiarkanmu mati…. Nikmati saja… sebentar lagi akan terasa lebih nikmat.” Fais berbisik sambil menjilat telingaku. Dia lalu meraih payudaraku dan meremasnya.

Kemudian ia mencabut burungnya separuh, lalu mendorong dengan kekuatan besar.

“Jangan…. Tolong hentikan.. aku mau mati…. Hentikan sebentar…. sakit!” Aku mulai menangis tetapi ia tidak mendengarkanku dan tetap menggenjot pantatku dengan penuh nafsu. Aku roboh!

Fais tetap memperkosaku tanpa mendengarkan aku dan dia memegang pinggul ku dengan tangan nya dan menggenjotku dengan cepat.

Selama memperkosaku, burungnya menyentuh bagian sensitifku dan membuatku merasakan getaran-getaran lembut dan menyenangkan.

Aku mulai berpikir lagi, dalam kondisi tanpa pengharapan dan tak seorangpun dapat menolongku, mengapa aku tidak sekalian saja menikmati penis super ini. Pelan-pelan aku mulai menikmati gesekan penis Fais pada pantatku, aku mulai menggoyangkan pinggulku. Kelihatannya Fais menyadari perubahan dalam diriku.

“Ayoo sayang… nikmati…. Auh… enak sekali… betapa sesaknya pantatmu..”

Aku menggoyangkan lagi pinggulku, rasa sakit Yg terima tadi kini berangsur-angsur tidak terasa lagi. Fais kini meningkatkan kecepatannya dan aku juga. Payudaraku menggantung mondar mandir akibat genjotan Fais. Kurasakan penis Fais sangat keras dan kuat di dalam pantatku.

“lihat… sekarang nyonya mulai menyukainya kan.” Adha berkomentar kepadaku.

Fais terus menggenjot pantatku, aku mulai menyukai permainannya.

“Bejo… kau memang laur biasa.. kau bisa menaklukkan wanita manapun. Aku salut padamu.” Adha malah terkagum-kagum pada Fais.

“Sebentar lagi, nyonya akan jadi pelacur kami.” Adha tertawa.

“Kurang ajar….” Hatiku berteriak tetapi badanku masih bergerak-gerak mengikuti irama genjotan penis Fais.

“Auhh… ohh…” aku merintih-rintih tak sadar

Tangan Fais meremas-remas payudaraku dengan lembut. Rabaan tangannya membuatku makin terangsang. Perlahan-lahan tangannya bergeser ke bagian kewanitaanku. Jari-jarinya dengan kasar menyentuh Kemaluanku.

“Ohh…. Hmmm…….” Tanpa sadar aku menggigil dan merintih. Aku merasakan kenikmatan Yg lain dalam diriku. Jari-jarinya bermain-main di clitorisku. Darahku seperti berkumpul di titik sensitif itu.

“Auhh… enak…. Hmmm… Ohh…. Nikmat…” tak tahan aku dibuatnya. Tubuhku rasanya semakin melayang-layang. Setelah beberapa saat, tubuhku menegang dan berkelojotan sesaat. Air maniku tumpah… aku orgasme.

“Teruskan sayang… jangan ditahan… aku akan memberikan kebahagiaan untukmu.”

Antara sadar dan tidak akau mendengar Fais berbisik ditelingaku.

Dalam permainan ini aku berkali-kali aku orgasme, tapi sepertinya Fais mempunyai stamina Yg luar biasa. Aku merasa kelelahan tetapi bahagia, setelah 25 menit kemudian tiba-tiba terasa penis Fais mengeras. Jari-jarinya makin menekan clitorisku.

“Ohh…. Aku keluar…” akhirnya Fais berteriak.

“Ohh…nikmatnya… keluarkan didalam saja, teruskan… jangan keluarkan kontolmu.” Aku tak sadar setengah berteriak. Fais tertawa dengan penuh kemenangan. Cairan hangat memasuki lubang pantatku.

“Auhhh…….” Akupun orgasme bersamanya. Rasanya nikmat sekali. Fais masih menduduki pantatku beberapa saat lalu mencabut burungnya.

“Ploop….” Terdengar bunyinya. Adha dan Fais tertawa terbahak-bahak seperti orang gila.

Aku menghembuskan nafasku dan merasa sangat nikmat. Sekarang jam 3 malam. Tadi siang aku merasakan kenikmatan bersama Adha.

Dan malam ini aku merasakan kenikmatan bersama Fais. Aku menjadi sangat ketagihan. Selma ini aku hanya mendapat kepuasan dari suamiku. Tapi sekarang, aku sepertinya keranjingan berhubungan sex. Aku ingin mendapatkan lebih. Aku ingin Yg lebih mengasyikkan….

Adha, aku akan istirahat……. Aku sungguh sangat puas” Fais berkata.

“Nyonya, anda sungguh sangat mengagumkan….” Aku tersenyum mendengar pujian dari Fais.

“Istirahatlah…” Adha menjawab.

“tunggu dulu….” Setengah berteriak aku kepada mereka berdua. Mereka menatap wajahku dengan heran.

“Kau telah memperkosa lubang pantatku, aku telah memberikannya. Tapi sekarang aku ketagihan… aku ingin merasakan kontol 18 cm itu dalam memekku. Aku ingin merasakan kontol besar punyamu..” Aku telah gila… aku tak peduli lagi siapapun Yg akan memperkosaku, malah aku ketagihan…

Adha berteriak padaku “Nah, lihat…. aku berjanji akan memberimu kesenangan Yg terbaik di dunia.”

“Dia benar….tinggalkanlah kami berdua, aku akan menikmati tubuhnya. Dia akan menjadi pelacur bagiku malam ini. Dan besok aku akan tinggalkan nyonyamu sebagai wanita Yg sangat haus sex.” Dengan tenang Fais berkata pada Adha. Adha sambil tertawa pergi ke ruang tamu kemudian Fais menutup pintu.

“Nyonya sungguh seorang nyonya Yg cantik dan mempunyai bentuk badan Yg ramping dan menggairahkan.” Aku tersenyum. Aku menjadi sangat malu. Aku jadi salah tingkah. Aku malu tapi akupun menikmatinya. Aku begitu berharap pada apa Yg akan terjadi berikutnya.

“Betapa senangnya saya mempunyai kesempatan untuk mendapatkan nyonya. Nyonya sungguh seorang nyonya Yg cantik.”

Fais berkata dan berusaha membawaku dalam pelukannya. Aku gemetar terdiam. Kemudian dia menyibakkan rambutku, kemudian ia menaruh bibirnya pada bibir ku dan mulai mencium dengan sangat bernafsu dan kasar.

Sementara itu tangannya diletakkan pada pantatku dan menekan-nekan dengan bernafsu. Bibir mungilku terasa sangat basah olehnya.

Kemudian ia menarik blus biru Yg kupakai. Dan tangannya terus menjalari badan ku dan aku benar-benar merasakan ketidaksukaan tetapi sekarang aku adalah juga merasakan basah dan tidak sabar untuk mendapatkan kenikmatan darinya. Apa Yg telah terjadi denganku….

Biasanya suamiku hanya sanggup bertahan selama setengah jam untuk melayaniku. Tapi kini aku berhadapan dengan seorang pria jantan Yg mungkin sudah sangat sering menaklukkan wanita-wanita. Sedangkan tadi siang Adha sanggup membuatku orgasme berkali-kali. Setelah agak lama Fais berusaha merangsangku. Dan aku mulai menggelinjang-gelinjang tak sabar.
Cerita Mesum
Ia berbaring di sampingku dan memintaku untuk merangsangnya. Ini adalah kesempatanku untuk melayani nafsunya walaupun aku merasakan malu awalnya tetapi sekarang aku telah berhasil secara penuh merangsangnya. Dan aku mulai menggerakkan tanganku di sekujur tubuhnya. Fais menutup matanya dan aku mulai menciuminya.

Dadanya berbulu, pahanya adalah sangat kokoh, lebih dari itu ia adalah seorang pria jantan. Aku mencium puting susu nya sekarang ia memulai merintih

“ohhhh….aaahhaaahhhhh .. ternyata nyonya pandai menyenangkan hati pria.” .

Sekarang aku betul-betul ingin lihat burung besar nya. Terlihatlah sesuatu Yg luar biasa, seekor burung berukuran 18 cm secara penuh menegang dan dua bola sedang menggantung dengan indah. Aku duduk di dadanya dan mulai menjilat burungnya.

Aku merasa sangat ingin untuk makan “pisang ambon” ini sebab pertama kali aku melihat burung sangat besar. Aku memainkan burungnya seperti anak perempuan kecil bermain-main dengan boneka.

Tiba-tiba terasa Kemaluanku diciumi, aku betul-betul merasakan getaran-getaran listrik Yg mengalir ke sekujur tubuhku karena sentuhan lidahnya Yg menyentuh klitorisku.
“Auh…Hmmf…” aku tidak sadar melenguh.

Tetapi aku berusaha berkonsentrasi pada burung besarnya. Aku mulai menjilati batang pisangnya dan menggerakkan mulutku naik turun, aku ingin makan semakin banyak dan pada akhirnya tiba-tiba penisnya menegang dan menyemprotkan cairan sperma ke mulutku.

Kemudian dengan liarnya Fais menggerayangi tubuh telanjangku. Hisapan demi hisapan, jilatan lidahnya menyapu bersih lekuk tubuhku.
“Aow…. hmm,” aku merintih saat lidah Fais mulai menjilati bibir Kemaluanku kembali.

“Woowww.. Mulus sekali nyonya ini.., gimana sayang? …Enak?,” Fais seperti mengejekku, aku terpejam tak mampu memandang Fais. Lidah Fais semakin liar dan membuat kenikmatan tersendiri padaku.

“Ehmmhh,” aku merintih tak bisa menahan kenikmatan itu, pinggulku mulai bergerak teratur seirama jilatan lidah Fais divaginaku, aku pasrah dan menikmati permainan itu. Malah saat ini aku mulai bernafsu agar penis Fais mengoyak Kemaluanku Yg sudah gatal.

Tapi rupanya Fais sengaja menyiksaku, jilatan lidahnya sudah masuk menerjang Kemaluanku. Aku sudah bergerak tak karuan menerima kenikmatan darinya, tapi tak juga Fais menyetubuhiku.

“Ohhh.. Nngghh..,” aku tak tahan lagi, seluruh rasa nikmat berkumpul diklitorisku membuat pertahananku akhirnya jebol. Aku orgasme dengan belasan kedutan kecil divaginaku. Aku malu sekali pada Fais Yg tersenyum.

Fais kemudian mencium dan mengulum bibirku beberapa lama, tanpa sadar aku membalas lumatan bibirnya dengan nafsu pula. Kurasakan dia berusaha menepatkan posisi ujung penisnya dibelahan bibir Kemaluanku.

“Hmmm.., aahh.. Nghh..,” aku merintih nikmat saat penis besar Fais mendesak masuk keliang nikmatku.

“Ouhh.., sudah kusangka vaginamu masih rapat sayanghh.., nikmati permainan kita ya manis,” Fais berbisik lagi membuatku semakin melayang dipuji-puji.
Penis Fais keluar masuk secara teratur di Kemaluanku dan aku mengimbanginya dengan gerakan pinggul memutar.

“Hmm.., puaskan aku sayang..,” tak sadar aku membalas bisikan Fais itu sambil memeluk tubuhnya untuk lebih rapat menindihku.

“Cantik kamu sayang.., cantik sekali wajahmu saat nikmat ini,”

“Ohh… teruskan sayang.. Aku milikmu saat ini..,”

Kuakui permainan Fais memang luar biasa, romantis, lembut, tapi sungguh memacu birahiku secepat genjotannya di tubuhku. Gerakan tubuh Fais semakin cepat dan teratur diatas tubuhku. Erangan dan rintihanku sudah tak tertahan aku memang birahi saat itu. Tapi saat aku hampir klimaks, mendadak Fais menghentikan aktifitasnya dan mencabut penisnya dari Kemaluanku.

“Ayo sayang kita berdiri,” Fais menarik tubuhku berdiri, lalu mendorong punggungku menjadi posisi menungging, dan Fais dibelakangku kembali menghujamkan penisnya ke Kemaluanku. Aku merasakan kenikmatan Yg Yg tertahankan dengan posisi doggy style ini.

“Ahh.. Ouhh.. teruss..,” hanya itu Yg terucap di bibirku saat sodokan penis Fais masuk dalam posisi nungging itu.Fais semakin keras mengocokku dari belakang, aku semakin tak terkendali kurasakan kenikmatan sudah puncak dan menjalar diseluruh tubuhku mengumpul dibagian pantat, paha, vagina dan klitorisku.

“Ahh sayang.. Ohh.. Hmmph..,” aku tak kuasa lagi membendung kenikmatan itu, dinding Kemaluanku berkedut berkali-kali disodok penis Fais. Belum habis orgasme Yg kurasakan, Fais menarik tubuhku dan menggendongku. Aku memeluknya erat-erat.

“Ayo cantik.. Ini lebih nikmat sayang.., sekarang keluarkanlah seluruh cairan kenikmatanmu,” dalam posisi itu penis Fais masih mengocokku tangannya mengangkat tubuhku naik turun dengan posisi berdiri.

“Ahhh.. Uohh….,” Kemaluanku berkedut-kedut dengan cepat, orgasmeku begitu luar biasa ditangan Fais.

“Ouhhkk.. Aku mau keluar…. Ahhh,” Fais orgasme dengan posisi berdiri menopang tubuhku Yg lunglai. Kurasakan seburan spermanya menembus dinding rahimku. Lalu Fais menjatuhkan tubuh kami diatas ranjang kembali, kami berpelukan seperti pasangan kekasih.

Kemudian ia menciumku penuh kasih dan pergi ke ruang tengah.

Aku terbangun jam 9 pagi, rasanya tubuhku agak lelah. Aku lalu menuju kamar mandi membersihkan sisa-sisa permainan tadi malam. Badanku benar-benar terasa segar setelah mandi.

Setelah mandi aku menuju kulkas. Di lemari es dalam kamarku kulihat beberapa buah apel. Aku makan sekedar mengganjal perutku. Aku masih memakai handuk Yg melilit tubuhku. Sambil bercermin, kuperhatikan tubuhku. Hmm.. masih seksi dan padat.

Tiba-tiba sopirku Adha datang. Ia telah telanjang. sopirku adalah seorang laki-laki Yg sangat buruk. Usianya sekitar 40 tahu, rambutnya botak dan berwajah buruk, tapi mempunyai perkakas Yg besar pula walaupun tidak sebesar punya Fais. Penisnya setengah ereksi.

“Selamat pagi nyonya…” Adha menyapaku. Aku diam saja. Dia lalu melepas handukku dan menggendongku ke ranjang. Aku kini berbaring diranjang dengan telanjang bulat.

adha mengamati badanku dengan sangat bernafsu.

“nyonya, anda sungguh sangat seksi.” Aku tenang-tenang saja, namun aku bingung begitu menyadari bahwa sopirku sendiri telah memperkosaku dan menikmati tubuhku..
Kemudian seperti seekor serigala lapar dia melompat kepadaku dan mulai menciumku di mana-mana. Adha sungguh bernafsu. Dia menciumi leherku dan membuatku melenguh.

Setelah sekitar sepuluh beberapa menit dia menciumi bibir, wajah dan menghisap payudaraku, ia menjilat perutku dan turun menyentuh Kemaluanku Yg berbulu dengan lidah. Aku menggigil dan menghentak seolah-olah aku mendapat suatu goncangan raksasa. Ia melebarkan kakiku dan Yg dimulai menjilati clitorisku dengan liar.

“Hoohh…. Ehh.” aku mulai mengerang dengan tak terkendali.

Adha meregangkan kaki ku lebih lebar. Sekarang memekku terpampang dengan jelas di wajahnya.

“Ow.. nyonya, memekmu sungguh indah.” Aku menutup mataku dengan malu. Kemudian ia menggosok-gosok kepala burungnya dan kemudian menempatkannya pada memekku.
Ketika burungnya menyentuh memekku badan ku menggigil. Aku merintih.
Cerita Mesum
Kemudian ia menangkupkan payudaraku Yg besar dengan tangan kanannya. Sopirku mempermainkan payudaraku dengan liar. Burungnya sudah siap untuk masuk memekku.

Dia mencium bibirku dengan lembut, aku menaruh lidahku didalam mulutnya. Kami saling berpagutan.

“Liang peranakanku koyak oleh Fais dan masih terasa sakit, masukanlah kontolmu pelan-pelan..” aku meminta.

Adha hanya tersenyum seperti setan kepadaku dan tiba-tiba dia mendorong dengan kuat sehingga penisnya sepenuhnya berada dalam Kemaluanku. Aduh!

Fais benar-benar telah membuat liang Kemaluanku mengendurkan dan memperbesar memekku, sehingga penis Adha masuk ke dalam liang peranakanku dengan mudah. benar Beberapa lama kemudian tubuhku melengkung dan menjerit.

Kemaluanku mengeluarkan cairan kenikmatan.. aku orgasme lagi! Adha memperhatikan wajahku dengan terheran-heran!!!!!!

“Wow… luar biasa…” . Adha berhenti sejenak dan menatapku dengan tatapan kesetanan sampai orgasmeku mereda.

Akan tetapi begitu Adha mulai memompa Kemaluanku lagi, aku tidak bisa mengendalikan dan lagi-lagi dengan seketika punggungku melengkung dan menyemburkan orgasme. Mereka benar-benar telah merubahku sehingga aku tidak bisa mengendalikan diriku lagi. Mereka merubahku menjadi seorang betina Yg haus sex.

“Nyonya, apakah anda berusaha untuk membuat rekor dunia didalam hal orgasme?. Lihatlah sekarang, bagaimana aku membuat anda seperti pelacur Yg gila ngentot!!.”

“Kamu akan jadi pelacurku!!!!” sambil mengatakan itu, ia mulai memompa pelan-pelan tetapi di dalam tubuhku rasanya sangat nikmat sekali. Kemudian teriakanku berubah jadi rintihan nyaring Yg penuh nafsu.

Aku merintih dengan suara menggairahkan “Uohh……… teruskan…. Hmmm… nikmatnya… punyamu memang luar biasa.”

“sayang memek mu menjadi sangat panas dan licin!!!!”

Tetapi pada saat aku betul-betul terangsang, Adha menggodaku. Dia menghentikan goyangan pinggulnya dan mencabut penisnya. Dia mulai mencium payudaraku. Aku merintih kesetanan.

“jangan dilepas… cepat masukkan… masukkan..” aku berteriak-teriak.
Adha menatpku dan dengan tertawa dia bilang “Nyonya, sekarang anda betul-betul seperti seorang pelacur Yg gila kontol. Tidak sadarkah anda sedang meminta sopir nyonya untuk menyetubuhi anda sendiri.”

“Semenjak kamu menceritakan kepadaku bahwa kau sengaja mencari cara untuk memperkosaku dan akan memberikan aku sensasi sex Yg luar biasa dan tidak pernah aku rasakan dari suamiku, didalam hati kecilku aku merasa penasaran, aku begitu terangsang.

Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi dan aku kehilangan kendali terhadap dirikuku!!!! Aku tidak pernah berhubungan sex dengan seseorang selain dari suamiku. Aku tidak menyadari bahwa sebenarnya aku sangat menginginkan bermain sex dengan orang lain… aku sangat menginginkannya!” akhirnya aku bicara.

Adha, aku merasa seperti menikmati lagi berhubungan sex pertama kalinya dalam hidupku. Kamu sungguh-sungguh memberikan aku suatu pengalaman Yg menggetarkan! Sekarang tolonglah aku, pompa memekku…. Aku tak tahan lagi!!!!!!” Sopirku tersenyum dan dia mulai menggenjotku pelan-pelan.

“Nyonya, anda adalah wanita Yg sangat menggairahkan. Aku selalu memimpikan untuk berhubungan kelamin denganmu. Aku dulu onani di kamar kecil dengan memikirkanmu. Nyonya, aku sungguh mendapat kesenangan luar biasa dari memekmu!”

Tetapi kemudian aku menjerit “Aku tidak tahan lagi, tolonglah perkosa aku ……..dengan keras, lebih kasar…… lebih cepat lagi… Augh.. cepatlah….tolong…..” dengan ini secara otomatis aku menggerak-gerakkan pinggulku naik turun bergesekkan dengan penisnya.

Melihat itu Adha tertawa dengan nyaring dan menciumi bibirku, dia mulai mempermainkanku seperti banteng kesetanan. Oh… Aku merasakan kenikmatan Yg luar biasa. Tiba-tiba aku merasakan desakan-desakan Yg sangat kuat pada liang Kemaluanku. Tubuhku melenting dan aku merintih dengan keras!! Aku orgasme lagi!
Cerita Mesum
Kakiku diregangkan terpisah olehnya dan dengan erat Adha memegang kaki ku.. Tetapi aku tidak mengetahui mengapa pinggulku otomatis bergerak turun seirama kocokan penisnya dan aku menjerit secara terus-menerus dengan penuh kenikmatan.

Tiba-tiba aku merasakan orgasme Yg luar biasa. Punggungku melengkung dan cairan kenikmatanku membanjiri penisnya Yg perkasa. Aku merintih dengan nyaring” Auh….Hmmmm….. aku keluar….ahhh.. lagi.” .

“Tolonglah… lebih cepat lagi… Ohhh.. nikmatnya… lebih keras…” Adha mengocok Kemaluanku dengan penuh nafsu. Tiba-tiba dia menghentikan gerakannya. Tubuhnya menegang.
“Ahh, Nyonya.. saya mau keluar…. Ohh….”

“Keluarkan di dalam… goyangkan kontolmu… lebih cepat… lebih cepat lagi.” Aku tak tahan

“Bagaimana kalau nyonya hamil..” Adha kembali mengocokkan penisnya dengan cepat.

“Aku tidak peduli, Kau dan Fais telah menumpahkan maninya padaku… aku ingin kepuasan… Ohh…. Egghh…” aku semakin meracau tidak karuan.

Adha semakin mneggoyangkan penisnya maju mundur dan memuntahkan cairan panas ke dalam rahimku. Oh! Nikmatnya perasaan hangat dalam Kemaluanku. Tubuhku bergetar seperti orang Yg terserang malaria… aku mendapatkan orgasme terbesar dalam hidupku!

Aku terus mengejang dan mengeluarkan cairan kenikmatan….Aku menjerit dengan pebuh kenikmatan. Kukuku menancap pada punggung Adha.
” Ooooooooooooooo Oooooooohhhhhhh Aaaaaaahhhhhh. Aku keluarr……….” . Lalu kami roboh kelelahan.

“Kamu adalah laki-laki impianku!!..” Aku memuji sopirku tanpa malu-malu.

“Apa Yg nyonya suka dari saya.”

“Aku menyukai pria jantan sepertimu.” Aku menjawab dengan suatu senyuman malu.

“Kau memperkosaku diranjang suami ku, aku seorang nyonya rumah Yg kaya bermain sex dengan seorang sopir pribadi. Kaupun menjual diriku pada temanmu seorang sopir truk Yg seperti seorang perempuan murahan.

Kau merubahku sepenuhnya dari seorang isteri setia menjadi seorang wanita haus sex!!!!!!!” Adha tersenyum, dia menciumku dengan penuh nafsu, lalu meraba-raba payudaraku dan mengorek-ngorek liang senggamaku..

Kemudian aku memeluknya dan kami berbaring dengan berpelukan.

Kemudian Fais datang di kamarku. Aku tersenyum padanya dan ia juga tersenyum pada aku.

Fais berkata “Beberapa jam Yg lalu, nyonya adalah seorang istri setia Yg, tapi lihatlah sekarang kamu sudah menjadi pelacur murahan karena dua orang pria asing telah memperkosamu. Kamu akan hamil oleh sopir pribadimu dan seorang sopir truk.”

” Sunguh Adha, nyonyamu adalah seorang wanita Yg terseksi.” Fais melanjutkan.

” Sayang, anda benar-benar menikmati?” Adha bertanya padaku

“Yah, sungguh suatu pengalaman luar biasa. Kalian berdua mempunyai senjata idaman wanita terbaik. Aku betul-betuk sangat menikmati. Sekarang aku kurang suka penis suamiku. Aku benar-benar menyukai kedua penismu Yg besar. Kamu sungguh luar biasa, Adha. Mulai hari ini aku ingin kalian melayaniku. Dengan saling bertatap muka Adha dan Fais tertawa terbahak-bahak. Kemudian sopirku menciumku dengan penuh nafsu..

Setelah kejadian itu aku menjadi pelampiasan sex mereka. Kapanpun Adha mendapatkan kesempatan, ia bermain sex denganku. Setiap kali suamiku tidak berada di rumah, Fais dan Adha bermain sex denganku menggunakan berbagai macam gaya Yg belum aku ketahui. Aku benar-benar menikmati kehidupan sex seperti sekarang.

Sekarang aku mempunyai empat orang anak. Yg palin tua adalah anakku dari suamiku dan sisanya dari Adha dan Fais. Adha dan Fais lebihmenyukai berhubungan denganku tanpa memakai kondom demi kesenangan Yg maksimum. Adha senang melihat aku hamil karena perbuatannya.

Sampai sekarang suamiku belum mengetahui skandal ini. Biarpun dia mengetahuinya, aku tidak peduli. Aku menyukai kehidupanku sekarang. Aku mempunyai dua orang suami pengganti Yg sangat perkasa dan memuaskanku.

Incoming search terms:

  • cewek montok bugil
  • cerita sex ku nikmati keperkasaan perampok
  • cerita sex sopir
  • Cerita dewasa keperkasaan
  • cerita ibu selingkuh sama sopir
  • ceritadewasa keperkasaan om paruh baya
  • cerita keperkasaan ayah
  • crita sex keperkasaan sopir ku bikin memek ku basah
  • Cerita dewasa menikmati keperkasaan supir
  • wanita montok ngentot

Tags: #cerita dewasa #cerita selingkuh #cerita setengah baya #cerita sex #cerita sex tante girang.

Tinggalkan pesan "Cerita Dewasa – Keperkasaan Sopir Pribadiku"

Penulis: 
    author